Sport - Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, akan menggunakan
salah satu dari pola 4-4-1-1 atau 4-4-2 saat bertemu Vietnam di leg kedua
semifinal Piala AFF 2016, Rabu (7/12/2016) malam WIB. Jika targetnya mengincar
hasil imbang, pola 4-4-1-1 bisa dikedepankan.
Dalam pola tersebut, Indonesia akan memiliki lima gelandang
sekaligus. Sebut saja Andik Vermansyah, Evan Dimas, Bayu Pradana, Stefano
Lilipaly dan Rizky Ripora.
Dengan menumpuk pemain di tengah membuat Indonesia
berpotensi lebih menguasai pertandingan, layaknya saat tim asuhan Riedl
mengalahkan Singapura 2-1.

Akan tetapi sisi minus dari strategi tersebut, Indonesia
hanya memainkan satu penyerang yang kemungkinan besar ditempati Boaz Solossa.
Berdirinya Boaz sendirian di lini depan akan memudahkan lini belakang Golden
Stars –julukan Vietnam– mematikan penyerang milik Persipura Jayapuratersebut.
Hal itu terbukti saat Indonesia menghadapi Singapura, yang
mana Boaz beberapa kali kehilangan bola akibat pressing ketat yang dilakukan
Daniel Bennett dan kawan-kawan. Namun, jika mengincar hasil yang lebih baik
sekadar hanya imbang, pola 4-4-2 dapat dikedepankan.
Pola tersebut terbukti ampuh saat Indonesia mengalahkan
Singapura dan Vietnam dengan skor identik 2-1. Saat bertemu Singapura, awalnya
Indonesia menggunakan pola 4-4-1-1. Namun, di awal babak kedua, Riedl
mengubahnya menjadi 4-4-2 setelah Evan Dimas digantikan Ferdinand Sinaga.
Formasi itu juga terbukti meningkatkan ketajaman Boaz.
Sekadar diketahui, tiga gol Boaz yang dicetak di Piala AFF 2016 terjadi saat
Indonesia menggunakan pola 4-4-2. Sepertinya Boaz membutuhkan tandem di lini
depan untuk mengacak-acak pertahanan lawan.
(AZS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar